Selamat Datang di Blog Patrick Marcell Fandy - Mari Silahkan Belajar Bersama

Senin, 01 Desember 2014

Determination of In-situ Stress by Observations of Rock Deformation in Underground Mine

Patrick Marcell FANDY1, Made Astawa RAI1 and Budi SULISTIANTO1
1Faculty of Mining and Petroleum, Institute of Technology Bandung, Bandung 40191, Indonesia


ABSTRACT

The existence of excavation activities to create one or more openings underground in the rock mass, will result in changes in the stress distribution and will display the new stress conditions (induced stress) experienced by the rock mass around the hole opening. In many cases, this induced stress will exceed the strength of the rock mass and cause instability underground openings. Before the excavation is done, the rock mass in a state of equilibrium, but after the excavation is done, the equilibrium is disrupted and it can change the initial stress distribution.
Insitu stress measurement is relatively more difficult than the measurement of deformation in underground mine openings. Measurement of rock deformation in Ramp down openings conducted by measuring the relative displacement between two points or so called convergence measurement. Deformation result that occurs in Ramp down the basis for the estimates do major and minor principal stress is going on and the direction of the principal stresses. To find out how much stress is going around openings Ramp down, the deformation results that have been obtained will be used and made in the modeling. The software-based method of finite elemet (FEM) is a Phase2 2D will be used in this research. Model created should match the actual conditions. large displacement obtained to enlarge the openings Ramp down is +13.10 mm and minimize openings is -5.48 mm. While the relationship of the stress displacement measurements that have been modeled, the major principal stress obtained is equal to 2.375 MPa. For Minor principal stress is 0 MPa, the direction of stress acting on the openings Ramp down at 800 or may be occurring at the opening stress Ramp down is uniaxial stress, this condition occurs due to ramp down is at shallow depth by the distance to the surface is 95 meters and near the river.


Keywords: Insitu Stress,Convergence monitoring, Cut-and-fill underground mine, Ramp down, , Numerical analysis

ABSTRACT - Rancangan Penyangga dan Kestabilan Terowongan (Design Support and Underground Mine Stability)

Oleh : 
Patrick Marcell Fandy
Teknik Pertambangan - UNCEN PAPUA

Tambang Gudang handak merupakan salah satu lokasi tambang emas bawah tanah PT. Aneka Tambang. Tbk di Pongkor. Saat ini aktifitas penambangan sedang terkonsentrasi di level 500 meter dan dalam rangka menunjang keberlangsungan tambang, pengembangan terus dilakukan untuk mencapai level 400 meter. Agar mencapai level ini, maka dibuat Ramp down. Ramp down merupakan lubang bukaan sebagai akses jalan menuju cebakan bijih dan mempunyai fungsi sangat vital. Oleh karena itu, apabila kondisi batuan masuk dalam kelas yang tidak menguntungkan, maka harus digunakan penyangga. Saat ini di Ramp down telah digunakan penyangga H-beam dan splitset dengan jarak antar set H-beam adalah 1.5 meter, penyangga alternatif seperti splitset, splitset dan shotcrete akan dilihat untuk diterapkan dengan sebelumnya melakukan penyelidikan geoteknik dan pemantauan deformasi batuan dengan pengukuran konvergen pada penyangga yang dipasang saat ini.
Untuk menentukan kelas massa batuan, digunakan klasifikasi massa batuan Empiris Rock Mass Rating (RMR) Bieniawski, 1989 dan klasifikasi Sistem-Q. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Phase2 2D dari Rocscience.Inc sebagai verifikasi jenis penyangga yang disarankan berdasarkan klasifikasi massa batuan dan juga rancangan alternatif sistem penyangga di Ramp down. Berdasarkan klasifikasi massa batuan RMR89, diperoleh kelas massa batuan di daerah Ramp down CGT adalah kelas III (batuan sedang), dengan bobot total terkoreksi adalah 51. Perkiraan kohesi massa batuan = 200 – 300 KPa dan sudut geser dalam massa batuan = 250 – 350. Sistem-Q memberi nilai kualitas massa batuan di daerah Ramp down CGT “Baik” dengan nilai Q = 20,14.
Sebagai rancangan alternatif penyangga dan kestabilan Ramp down CGT, dibuat 4 (empat) model rancangan dengan hasil sebagai berikut : Model 1 (tanpa penyangga), terlihat Ramp down dalam kondisi tidak stabil atau runtuh. Model 2 (penyangga splitset), Ramp down mulai terlihat aman, walaupun di beberapa titik terdapat daerah yang tidak stabil. Model 3 (kombinasi penyangga splitset dan shotcrete), Ramp down terlihat stabil. Model 4 (kombinasi penyangga splitset dan H-beam), Ramp down terlihat sangat stabil. Dari semua penyangga yang telah dimodelkan masing-masing memiliki kemampuan untuk memberikan kestabilan, namun penyangga splitset dan H-beam (penyangga yang digunakan saat ini) mempunyai kestabilan yang paling baik.

Kata kunci : tambang bawah tanah, ramp down, klasifikasi massa batuan, rancangan penyangga, model numerik.