Selamat Datang di Blog Patrick Marcell Fandy - Mari Silahkan Belajar Bersama

Senin, 01 Desember 2014

ABSTRACT - Rancangan Penyangga dan Kestabilan Terowongan (Design Support and Underground Mine Stability)

Oleh : 
Patrick Marcell Fandy
Teknik Pertambangan - UNCEN PAPUA

Tambang Gudang handak merupakan salah satu lokasi tambang emas bawah tanah PT. Aneka Tambang. Tbk di Pongkor. Saat ini aktifitas penambangan sedang terkonsentrasi di level 500 meter dan dalam rangka menunjang keberlangsungan tambang, pengembangan terus dilakukan untuk mencapai level 400 meter. Agar mencapai level ini, maka dibuat Ramp down. Ramp down merupakan lubang bukaan sebagai akses jalan menuju cebakan bijih dan mempunyai fungsi sangat vital. Oleh karena itu, apabila kondisi batuan masuk dalam kelas yang tidak menguntungkan, maka harus digunakan penyangga. Saat ini di Ramp down telah digunakan penyangga H-beam dan splitset dengan jarak antar set H-beam adalah 1.5 meter, penyangga alternatif seperti splitset, splitset dan shotcrete akan dilihat untuk diterapkan dengan sebelumnya melakukan penyelidikan geoteknik dan pemantauan deformasi batuan dengan pengukuran konvergen pada penyangga yang dipasang saat ini.
Untuk menentukan kelas massa batuan, digunakan klasifikasi massa batuan Empiris Rock Mass Rating (RMR) Bieniawski, 1989 dan klasifikasi Sistem-Q. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Phase2 2D dari Rocscience.Inc sebagai verifikasi jenis penyangga yang disarankan berdasarkan klasifikasi massa batuan dan juga rancangan alternatif sistem penyangga di Ramp down. Berdasarkan klasifikasi massa batuan RMR89, diperoleh kelas massa batuan di daerah Ramp down CGT adalah kelas III (batuan sedang), dengan bobot total terkoreksi adalah 51. Perkiraan kohesi massa batuan = 200 – 300 KPa dan sudut geser dalam massa batuan = 250 – 350. Sistem-Q memberi nilai kualitas massa batuan di daerah Ramp down CGT “Baik” dengan nilai Q = 20,14.
Sebagai rancangan alternatif penyangga dan kestabilan Ramp down CGT, dibuat 4 (empat) model rancangan dengan hasil sebagai berikut : Model 1 (tanpa penyangga), terlihat Ramp down dalam kondisi tidak stabil atau runtuh. Model 2 (penyangga splitset), Ramp down mulai terlihat aman, walaupun di beberapa titik terdapat daerah yang tidak stabil. Model 3 (kombinasi penyangga splitset dan shotcrete), Ramp down terlihat stabil. Model 4 (kombinasi penyangga splitset dan H-beam), Ramp down terlihat sangat stabil. Dari semua penyangga yang telah dimodelkan masing-masing memiliki kemampuan untuk memberikan kestabilan, namun penyangga splitset dan H-beam (penyangga yang digunakan saat ini) mempunyai kestabilan yang paling baik.

Kata kunci : tambang bawah tanah, ramp down, klasifikasi massa batuan, rancangan penyangga, model numerik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar