Oleh :
Patrick Marcell Fandy
Teknik Pertambangan - UNCEN PAPUA
Tambang Gudang handak merupakan salah satu lokasi
tambang emas bawah tanah PT. Aneka Tambang. Tbk di Pongkor. Saat ini aktifitas
penambangan sedang terkonsentrasi di level 500 meter dan dalam rangka menunjang
keberlangsungan tambang, pengembangan terus dilakukan untuk mencapai level 400 meter.
Agar mencapai level ini, maka dibuat Ramp
down. Ramp down merupakan lubang
bukaan sebagai akses jalan menuju cebakan bijih dan mempunyai fungsi sangat
vital. Oleh karena itu, apabila kondisi batuan masuk dalam kelas yang tidak
menguntungkan, maka harus digunakan penyangga. Saat ini di Ramp down telah digunakan penyangga H-beam dan splitset
dengan jarak antar set H-beam adalah
1.5 meter, penyangga alternatif seperti splitset,
splitset dan shotcrete akan dilihat untuk diterapkan dengan sebelumnya melakukan
penyelidikan geoteknik dan pemantauan deformasi batuan dengan pengukuran
konvergen pada penyangga yang dipasang saat ini.
Untuk menentukan kelas massa batuan, digunakan
klasifikasi massa batuan Empiris Rock
Mass Rating (RMR) Bieniawski, 1989
dan klasifikasi Sistem-Q. Perangkat
lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Phase2 2D dari Rocscience.Inc
sebagai verifikasi jenis penyangga yang disarankan berdasarkan klasifikasi
massa batuan dan juga rancangan alternatif sistem penyangga di Ramp down. Berdasarkan klasifikasi massa batuan RMR89, diperoleh
kelas massa batuan di daerah Ramp down
CGT adalah kelas III (batuan sedang), dengan bobot total terkoreksi adalah 51.
Perkiraan kohesi massa batuan = 200 – 300 KPa dan sudut geser dalam massa
batuan = 250 – 350. Sistem-Q memberi nilai kualitas massa
batuan di daerah Ramp down CGT “Baik”
dengan nilai Q = 20,14.
Sebagai rancangan alternatif penyangga dan
kestabilan Ramp down CGT, dibuat 4
(empat) model rancangan dengan hasil sebagai berikut : Model 1 (tanpa
penyangga), terlihat Ramp down dalam
kondisi tidak stabil atau runtuh. Model 2 (penyangga splitset), Ramp down
mulai terlihat aman, walaupun di beberapa titik terdapat daerah yang tidak
stabil. Model 3 (kombinasi penyangga splitset
dan shotcrete), Ramp down terlihat stabil. Model 4 (kombinasi
penyangga splitset dan H-beam), Ramp down terlihat sangat stabil. Dari semua penyangga yang telah
dimodelkan masing-masing memiliki kemampuan untuk memberikan kestabilan, namun
penyangga splitset dan H-beam (penyangga yang digunakan saat
ini) mempunyai kestabilan yang paling baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar