Senin, 08 Desember 2014
Senin, 01 Desember 2014
Determination of In-situ Stress by Observations of Rock Deformation in Underground Mine
Determination of In-situ
Stress by Observations of Rock
Deformation and Numerical Modeling on the Ramp
down CGT,
Gudang Handak Mine, PT. Aneka Tambang, UBPE Pongkor
West Java, Indonesia
Patrick Marcell FANDY1, Made Astawa RAI1 and Budi SULISTIANTO1
1Faculty of Mining and Petroleum, Institute of Technology
Bandung, Bandung 40191, Indonesia
ABSTRACT
The existence of excavation
activities to create one or more openings underground in the rock mass, will
result in changes in the stress distribution and will display the new stress
conditions (induced stress) experienced by the rock mass around the hole opening.
In many cases, this induced stress will exceed the strength of the rock mass
and cause instability underground openings. Before the excavation is done, the
rock mass in a state of equilibrium, but after the excavation is done, the
equilibrium is disrupted and it can change the initial stress distribution.
Insitu stress measurement is
relatively more difficult than the measurement of deformation in underground
mine openings. Measurement of rock deformation in Ramp down openings conducted
by measuring the relative displacement between two points or so called
convergence measurement. Deformation result that occurs in Ramp down the basis
for the estimates do major and minor principal stress is going on and the
direction of the principal stresses. To find out how much stress is going
around openings Ramp down, the deformation results that have been obtained will
be used and made in the modeling. The software-based method of finite elemet
(FEM) is a Phase2 2D will be used in this research. Model created should match
the actual conditions. large displacement obtained to enlarge the openings Ramp
down is +13.10 mm and minimize openings is -5.48 mm. While the relationship of
the stress displacement measurements that have been modeled, the major
principal stress obtained is equal to 2.375 MPa. For Minor principal stress is
0 MPa, the direction of stress acting on the openings Ramp down at 800 or
may be occurring at the opening stress Ramp down is uniaxial stress, this
condition occurs due to ramp down is at shallow depth by the distance to the
surface is 95 meters and near the river.
Keywords: Insitu Stress,Convergence
monitoring, Cut-and-fill underground mine, Ramp down, , Numerical analysis
ABSTRACT - Rancangan Penyangga dan Kestabilan Terowongan (Design Support and Underground Mine Stability)
Oleh :
Patrick Marcell Fandy
Teknik Pertambangan - UNCEN PAPUA
Tambang Gudang handak merupakan salah satu lokasi
tambang emas bawah tanah PT. Aneka Tambang. Tbk di Pongkor. Saat ini aktifitas
penambangan sedang terkonsentrasi di level 500 meter dan dalam rangka menunjang
keberlangsungan tambang, pengembangan terus dilakukan untuk mencapai level 400 meter.
Agar mencapai level ini, maka dibuat Ramp
down. Ramp down merupakan lubang
bukaan sebagai akses jalan menuju cebakan bijih dan mempunyai fungsi sangat
vital. Oleh karena itu, apabila kondisi batuan masuk dalam kelas yang tidak
menguntungkan, maka harus digunakan penyangga. Saat ini di Ramp down telah digunakan penyangga H-beam dan splitset
dengan jarak antar set H-beam adalah
1.5 meter, penyangga alternatif seperti splitset,
splitset dan shotcrete akan dilihat untuk diterapkan dengan sebelumnya melakukan
penyelidikan geoteknik dan pemantauan deformasi batuan dengan pengukuran
konvergen pada penyangga yang dipasang saat ini.
Untuk menentukan kelas massa batuan, digunakan
klasifikasi massa batuan Empiris Rock
Mass Rating (RMR) Bieniawski, 1989
dan klasifikasi Sistem-Q. Perangkat
lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Phase2 2D dari Rocscience.Inc
sebagai verifikasi jenis penyangga yang disarankan berdasarkan klasifikasi
massa batuan dan juga rancangan alternatif sistem penyangga di Ramp down. Berdasarkan klasifikasi massa batuan RMR89, diperoleh
kelas massa batuan di daerah Ramp down
CGT adalah kelas III (batuan sedang), dengan bobot total terkoreksi adalah 51.
Perkiraan kohesi massa batuan = 200 – 300 KPa dan sudut geser dalam massa
batuan = 250 – 350. Sistem-Q memberi nilai kualitas massa
batuan di daerah Ramp down CGT “Baik”
dengan nilai Q = 20,14.
Sebagai rancangan alternatif penyangga dan
kestabilan Ramp down CGT, dibuat 4
(empat) model rancangan dengan hasil sebagai berikut : Model 1 (tanpa
penyangga), terlihat Ramp down dalam
kondisi tidak stabil atau runtuh. Model 2 (penyangga splitset), Ramp down
mulai terlihat aman, walaupun di beberapa titik terdapat daerah yang tidak
stabil. Model 3 (kombinasi penyangga splitset
dan shotcrete), Ramp down terlihat stabil. Model 4 (kombinasi
penyangga splitset dan H-beam), Ramp down terlihat sangat stabil. Dari semua penyangga yang telah
dimodelkan masing-masing memiliki kemampuan untuk memberikan kestabilan, namun
penyangga splitset dan H-beam (penyangga yang digunakan saat
ini) mempunyai kestabilan yang paling baik.
Langganan:
Komentar (Atom)